Kamis, 19 Maret 2015

Tugas Review Jurnal

Latar Belakang
Pada prinsipnya setiap perusahaan takala menjual produk-produknya akan dihasilkan dengan strategi maupun teknik penjualan yang bagus, sehingga komditas yang ditawarkannya dapat terjual dengan baik. Adapun salah satu teknik penjualan yang dimaksud adalah terkait dengan bagaimana dan seberapa tinggi kualitas pelayanan yang dihasilkan terhadap konsumen. Kualitas pelayanan yang deberikan adalah merupakan kinerja terpenting oleh perusahaan bagi kepuasan komsumen/pelanggan. Perusahaan harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen, supaya mereka merasakan kepuasan sebagaimana yang diharapkan.

Jadi tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan oleh harapan, jika kinerja yang dirasakan dibawah harapan maka yang dijanjikan dengan akurat dan terpercaya. Assurance (jaminan) adalah kemampuan karyawan atas pengetahuan terhadap produk secara tetap,kualitas keramah-tamahan, perkataan atau kesopanan dalam memberikan pelayanan, keterampilan dalam memberikan informasi dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan konsumen/ pelanggan terhadap perusahaan. Emphaty ( perhatian) adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan perhatian yang bersifat individual atau pribadi kepada para pelanggan / konsumen. Tangibels (kemampuan fisik) adalah suatau bentuk penampilan fisik, peralatan personal, media komunkasi dan hal-hal yang lainya yang bersifat fisik.

Masalah pelayanan sebenernya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang deperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama. Sedangkan tujuan memberikan pelayanan adalah untuk memberikan kepuasan kepada konsume /pelanggan, sehingga berkaitan dengan dihasilkannya nilai tambah bagi perusahaan.

Tujuan penelitian

·         Untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh variabel dari kualitas pelayanan secara signifikan terhadap kepuasan nasabah BMT Kaffah Yogyakarta.
·         Untuk mengetahui informasi yang paling berpengaruh dari kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah BMY Kaffah Yogyakarta.

Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan sementara yang kemungkinan benar atau kemungkinan juga salah. Hipotesis tersebut akan ditolak jika ternyata salah, dan akan diterima jika fakta-fakta membenarkan. Oleh karna itu, pada penulisan laporan ini, penulisan akan mengajukan hipotesis sebagai berikut:  ‘’Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kesigapan, keandalan, jaminan, empati, dan bukti langsung terhadap kepuasan nasabah’’
Metode penelitian

1. Data
a.       Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh penelitian dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan, seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner.

b.      Data sekunder
Data sekunder adalah data primer yang telah diolah lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpulan data primer atau oleh pihak lain.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang dilakukan mengenai pengaruh faktor-faktor dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah BMT Kaffah Yogyakarta, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
·         Faktor assurance ( jaminan ) dan tangibel ( kemampuan fisik ) adalah faktor dimensi kualitas pelayanan yang berpengariuh secara signifikan terhadap kepuasan nasabah BMT Kaffah Yogyakarta.
·         Faktor tangibel ( kemampuan fisik ) adalah  faktor yang paling dominan berpengaruh pada kepuasan nasabah BMT Kaffah Yogyakarta. Karna nilai signifikan dari faktor tersebut paling kecil, yaitu 0.
·         Persamaan regresi yang diperoleh, yaitu: Y=6,737+0,219 x3+ 0,584 x5, menunjukkan bahwa meningkatnya kualitas pelayanan dari segi assurance dan tangible akan meningkatkan kepuasan nasabah.




NAMA             : Dian Sabita

KELAS                        : 3EA04

NPM                : 12212040




Latar belakang

Pada era globalisasi, produk atau jasa yang bersaing dalam satu pasar semakin banyak dan beragam akibat keterbukaan pasar. Sehingga terjadilah persaingan anatar produsen untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen serta memberikan kepuasan kepada pelanggan secara maksimal, karna pada dasarnya tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan rasa puas pada pelanggan. Salah satunya tindakan untuk memuaskan konsumen adalah sengan cara memberikan pelayanan kepada konsumen dengan sebaik-baiknya agar konsumen merasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh lembaga tersebut. Kenyataan ini bisa dilihat bahwa ada beberapa hal yang dapat memberikan kepuasan pelanggan yaitu nilai total pelanggan yang terdiri dari nilai produk, nilai pelayanan, nilai personal, nilai image atau citra, dan biaya total pelanggan yang terdiri dari biaya mineter, biaya waktu, biaya tenaga, dan biaya pikiran (kotler, 2000:50).

Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik di dalam suatau perusahaan, akan menciptakan kepuasan bagi para konsumennya. Setelah konsumen merasa puas dengan produk atau jasa yang diterimanya, konsumen akan membandikan pelayanan yang diberikan. Apabila konsumen merasa bener-benar puas meraka akan memberi uang serta memberi rekomendasi kepada oarang lain untuk membeli di tempat yang sama. Oleh karna itu perusahaan harus memulai memikirkan pentingnya pelayanan pelanggan secara lebih matang melalui kualitas pelayanan, karna kini semakin disadari bahwa bisnis dan memnangkan persaingan (Tjiptono,2004:145).

Dari beberapa pendapat para ahli tentang dimensi kualitas pelayanan,dapat disimpulkan beberapa dimensi yang kredibel yaitu dengan memenuhi syarat agar sebuah pelayanan memungkinkan untuk menimbulkan kepuasan pelanggan. Adapun dimensi-dimensi tersebut yaitu: tanggibel atau bukti fisik, realiability atau keandalan, responsiveness atau ketanggapan, assurance atau jaminan/kepastian, empathy atau kepedulian.

Tujuan penelitian

Sesuia dengan perumusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah:

·         Untuk menganalisis pengaruh variabel tangible terhadap kepuasan konsumen.
·         Untuk menganalisis variabel reliability terhadap kepuasan konsumen.
·         Untuk menganalisis pengaruh variabel responsiveness terhadap kepuasan konsumen.
·         Untuk menganalisis pengaruh variabel assurance terhadap kepuasan konsumen.
·         Untuk menganalisis pengaruh variabel empathy terhadap kepuasan konsumen.


Hipotesis

Dalam penelitian ini, uji F digunakan untuk mengetahui tingkat siginifikan pengaruh variabel-variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap varaiabel dependen (Ghozali,2005:84). Dalam penelitian ini hipotesis yang digunakan adalah.

Ho : variabel-variabel bebas yaitu tangibel, realiability, responsiveness, assurance dan emphaty tidak mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya yaitu kepuasan konsumen.

Ha : variabel – variabel bebas yaitu tangible, reliability, responsiveness,assurance dan emphaty mempunyai pengaruh yang signifikan saecar bersama-sama terhadap variabel.


Metode penelitian

Variabel adalah suatau atribut atau sifat atau nilai dari oarang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk diperlajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007: 2). Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu:

1.      Variabel dependen

Variabel dependen adalah variabel yang menjadi pusat perhatian utama penelitian. Hakekat sebuah masalah mudah terlihat dengan mengenali berbagai variabel dependen yang digunakan dalam sebuah model. Variabilitas dari atau atas faktor inilah yang berusaha untuk dijelaskan oleh seoarang penelitian (Ferdinand, 2006:26). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah : kepuasan konsumen (Y).

2.      Variabel indenpenden

Variabel indenpenden yang dilambangkan dengan (X) adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen, baik yang pengaruhnya positif maupun yang pengaruhnya negatif (Ferdinand, 2006:26). Variabel indenpenden dalam penelitian ini adalah:
·         Tangible (X1)
·         Reliability (X2)
·         Responsiveness (X3)
·         Assurance (X4)
·         Empahtay (X5)

Definisi operasional variabel adalah suatu definisi mengenai variabel yang dirumuskan berdasarkan karakteristik-karakteristik variabel tersebut yang dapat diamati (Azwar, 1997:74). Definisi operasional dalam penelitian ini meliputi :
1.      Tangibles (X1)
Menurut Zeithaml. Et. Al. 1985 (Aviliani dan Wilfridus, 1997:10) wujud fisik (tangibel) adalah kebutuhan pelanggan yang berfokus pada fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan, tersedianya tempat parkiran, kebersihan, kerapian dan kenayaman ruangan , kelengkapan peralatan, sarana komunikasi serta penampilan karyawan. Adapun indikator-indikator tangibel dalam penelitian ini adalah:
a)      Bangunan dan interior yang bagus dan menarik
b)      Kebersihan dan kenyamanan tempat rekreasi dan villa
c)      Kelengkapan fasilitas yang ditawarkan
d)     Kebersihan dan kerapian karyawan
2.      Reliability (X2)
Reliability (kehandalan) merupakan kemampuan untuk memberikan jasa atau pelayanan sebagaimana yang dijanjiakan dengan akurat dan terpercaya. Adapun inikator-indikator reliabilitiy dalam penelitian ini adalah:
a)      Kecepatan receptionist dalam melayani tamu
b)      Prosedur pelayanan atau pendaftaran untuk tamu yang bermalam tidak berbelit-belit
c)      Pelayanan yang memuasakan
3.      Responsiveness (X3)
Responsiveness (daya tanggkap/ketanggapan) adalah kemampuan untuk membentuk pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat. Adapun indikatorindikator responsivenss dalam penelitian ini adalah :
a)      Tanggap terhadap keluhan pelanggan
b)      Kesediaan karyawan membantu pelanggan atau tamu
c)      Kecepatan dalam menyelesaikan masalah
4.      Assurance
Yaitu mecakup kemampuan pengetahuan dan kesopanan karyawan seta kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan sehingga bebas dari bahaya, resiko, ataupun keraguan. Andapun inikatorindikator assurance dalam penelitian ini adalah:
a)      Keramahan dalam melayani pelanggan atau umum
b)      Pengetahuan yang luas
c)      Keamanan konsumen atau tamu terjamin
5.      Emphaty (X5)
Empathy adalah kesedian untuk peduli, memberikan perhatian pribadi bagi pelanggan. Dalam lupiyoadi (2006:182), permberian perhatian yang tulus dan bersifat pribadi, termasuk berupaya memahami keinginan konsumen adalah termasuk dalam emphaty. Adapun indikator-indikator emptahy dalam penelitian ini adalah :
a)      Tersedia layanan 24 jam
b)      Mengetahui keinginan pelanggan atau tamu
c)      Mempu berkomunikasi dengan baik
6.      Kepuasan konsumen (Y)
Kepuasan konsumen adalah tinghkat perasan senang atau kecewa seseoarang setelah membandikan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapan. Umumnya harapan pelangan merupakann perkiraan atau keyakinan pelanggan tentang apa yang akan diterimanya bila ia membeli atau mengkonsumsi suatu produk. Sedangkan konerja yang dirasakan adalah daya tanggap pelangan terhadap apa yang diterima setelah mengkonsumsi produk yang dibeli. Adapun indikator indikator dari kepuasaan konsumen dalam penelitian ini adalah :
a)      Kenyamanan yang dirasakan pelanggan pada saat pelayanan diberikan
b)      Keyakinan pelanggan atas pelayanan yang diberikan
c)      Minat untuk selalu menggunakan jasa
d)     Perasaan pusa atas perhatian dan pelayanan yang diberikan oleh karyawan.

Kesimpulan

·         Hasil analisis diperoleh bahwa variabel bukti fisik (X1) memiliki koefisien regresi sebagai 0,271 ( bertanda positif ) terhadap kepuasan konsumen (Y) dan nilai hitung sebesar 3,430 dengan tingkat signifikansi 0,001 (<0,05). Hal ini berarti bahwa bukti fisisk (X1) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y ) dapat diterima.
·         Hasil analisis diperoleh bahwa variabel kehandalan (X2) memiliki koefisien regresi sebesar 0,197 (bertanda positif ) terhadap kepuasan konsumen (Y) dan nilai thitung sebesar 2,318 dengan tingkat signifikansi 0,023 (<0.05). Hal ini berarti bahwa kehandalan (X2) berpengaruh positif terhadap kepuasan (Y). Dengan demikian hipotesis 3 yang menyatakan bahwa daya tanggap (X3) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y) dapat diterima.
·         Hasil analisis diperoleh bahwa variabel jaminan (X4) memiliki koefisien regresi sebagai 0.316 (bertanda positif ) terhadap kepuasan konsumen (Y) dan nilai thitung sebesar 3,959 dengaqn tingkat signifikansi 0,000(< 0.05). Hal ini berarti bahwa jaminan (X4) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y). Dengan demikian Hipotesis 4 yang menyatakan bahwa jaminan (X4) berpengaruh terhadap keputuasan konsumen (Y) dapat diterima.
·         Hasil analisis diperoleh bahwa variabel kepedulian (X5) memiliki koefisien regresi sebagai 0,165 ( bertanda positif ) terhadap kepuasan konsumen (Y) dan nilai thitung sebesar 2,095 dengan tingkat signifikansi 0,039 (< 0.05). Hal ini berarti bahwa kepedulian (X5) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y). Dengan demikian Hipotesis 5 yang menyatakan bahwa kepedulian (X5) berepengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Y) dapat diterima.


Nama              : Dian Sabita
Nmp                : 3EA04
Kelas               : 12212040

Kamis, 12 Maret 2015

Persahabatan


Berawal dari sekolah menengah ke juruan di smk islam pb soedirman saat saya mengikuti mos di smk sudirman saya bertemu dengan bekti saat itu kami mulai berkenalan dan kami mulai mengenal satu sama lain dan kami duduk sebangku saat dikelas 1 kami saling bercerita dan bertanya dari sekolah mana,rumahnya dimana dan kami pun juga berkenalan dengan teman yang lain yang duduk di belakang,samping dan depan kami yaitu margiwati ,ida, adel, kaka, dede, dese dan lain-lain kami pun saling mengenalkan diri satu sama lain setelah kami mulai mengenal satau sama lain kamin pun mulai akrap kami saling bercerita,tertawa,ke kantin bersama,ke masjid bersama.pulang sekolah bersama dan apapun kami lakukan dengan bersama.

Bandel pun kami lakukan bersama saat kami di suruh oleh guru kami untuk solath ashar kami bukan nya langsung bergegas ke masjid kami malah pergi diam-diam ke perpustakaan saat kami sampai di perpustakaan petugas perpustakaan menanyakan kenapa kalian tidak sholat ashar ?. kami beralasan sedang halangan dan petugas perpustakaan pun mempercayai alasan kami walaupun sedikit heran kenapa bisa bersamaan saat halangan. Setelah  sholat ashar selesai kami pun bergegas kembali ke kelas mengambil tas dan pulang ke rumah masing-masing.

Ke esokan harinya saat bel pulang sekolah kami pun melakukan hal yang sama bukannya bergegas ke masjid kami malah ke perpustakaan dan petugas perpustakaan bertanya kembali kenapa kalian keperpustakaan bukanyanya sholat ?...kami menjawab kami sedang halangan pak. Lalau kami pun di izinkan untuk masuk perpustakaan tapi ternyata petugas perpustakaan itu memberi tau kepada wali kelas kami kalo kami bukanya sholat malah pergi ke perpustakaan dan ke esokan harinya kami di tegur oleh wali kelas kami mulai saat itu kami kapok dan kami ketika waktu pulang sekolah kami sholat ashar terlebih dahulu baru pulang ke rumah masing-masing itu lah saat kebandelan bersama di kelas 1 dengan sahabta-sahabta tercinta .

Saat di kelas 2 dan 3 saya semakin dekat dan akrap dengan margiwati,ida,dede,dese dan adel kami pun duduk berdekatan adel duduk sebangku dengan ida, dese sebangku dengan dede dan saya duduk sebangku dengan margiwati dan kami pun semangakin dekat apapun kami lakukan bersama-sama dan Ketika saya duduk sebangku dengan margiwati saya semakin dekat dengan margiwati kami pun saling bercerita,tertawa bersama dan apaun kami lakukan bersama kami pun semakin nyaman satau sama lain menjalin persahabatan ketika kami mempunyai masalah kami selalu berbagi cerita sedih,bahagia apapun kami ceritkana dan hanya kami berdua yang tau. 
Sangking dekatnya saya dengan margi ketika wali kelas ingin memisahkan murid-murid yang suka mengobrol dengan yang tidak mengobrol dan kami berdua pun kena  di pindahkan. karna kami sangat dekat saat di pindahkan  kami merasa sedih padahal kami masih satu kleas. Teman –teman yang lain pun heran hanya di pindahkan beberapa jarak saja sampai sedih begitu. Mungkin sangking dekatnya jadi kami sedih walau di pindahkan beberapa jarak saja. Tetapi pada saat wali kelas tidak ada di kelas kami sedikit bandel dengan kembali duduk bersama temean-teman yang lain pun sama kebali dengan teman sebangku diawal  tetepai suatau saat kami ketauan tidak menaati perartuan yang sudah dibuat oleh wali kelas kami pun menyesal telah mengecewakan wali kelas dan kami mulai saat itu mengikuti peraturan yang di buat oleh wali kelas.

Dan sampai lah kami diakhir sekolah kami berenam menjalankan ujian nasional, ujian praktek,ujian jurusan dan ujian dll. Kami pun menjalankan ujian-ujian dengan baik dan kami lulus 100% dengan hasil yang memuaskan kami berenam sangat bahagia kami pun melanjuitkan keperguruan tinggi dan sebagian ada yang kerja juga kami berhapa bisa ngumpul-ngumpul bersama-sama lagi walaupun kami sudah tidak satu sekolah kembali. Tapi sangkin sibuk masing-masing kami berenam mulai susah dan jarang untuk bertemu satu sama lain ketia kami ingin bertemeu ada salah satu yang tidak bisa ikut untuk berkumpul.

Tetapi saya dengan margi masih suka bertemu dan ngumpul-ngumpul bersama lalau kami pun dekat dengan  lidya dan bekti kami pun tak menyangka kalo kami biasa berteman akrab ketika kami telah lulus dari smk kamin pun selalul menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama ngobrol-ngobrol,cerita-cerita dan tertawa bersama kami pun semangkin akrap dan kami sudah mengenal sifat-sifat satu sama lain tidak  ada rahasia apapun yang kami tutup-tutupi apaun kami selalu bercerita bersama dan saling mendukung apapun yang kami lakukan dan saat kami liburan kuliah kami pun menyempatkan waktu untuk  berlibur  bersama selama 1 minggu kami pun pergi ke jogja,solo,blora dan purwokerto kami sangat menikmati liburan dan kami pun semakin mengenal satu sama lain dan semakin dekat banyak pengalaman yang berkesan saat kami berlibur bersama selama 1 minggu. Sapai sekarang kami pun masih bersahabat dengan baik sesibuk apa pun kami berempat tetap menyempat kan waktu untuk berkumpul bersama walau hanya sebentar kami tetap menyempatkan nya kami berharap persahabatan kami akan tetap terjalin sampai kita memiliki keluarga masing-masing amin.

Penalaran           :  induktif
Judul                 :  tiga sahabat kece ku
Nama               :   Dian sabita
Kelas               :   3EA04

Npm              :   12212040

Senin, 16 Juni 2014

Kenapa undang-undang koprasi di batalkan ? Siapa yang mengiyakan dan menangguhkan nya ?

Roh korporasi  terus merasuk ke sendi-sendi kehidupan negara, termasuk jiawa usaha yang sesuai dengan kegotongroyongan: koperasi. Gara-gara bernuansa korporasi, UU No. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian dibatalkan Mahkamah Konstitusi (MK). Tak tanggung-tanggung, yang dibatalkan adalah seluruh materi muatan Undang-Undang tersebut.

Selain karena berjiwa korporasi, UU Perkoperasian telah menghilangkan asas kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi ciri khas koperasi. Menurut Mahkamah, UU Perkoperasian 2012 bertentangan dengan UUD 1945, dan menjadi tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat setelah putusan ini.

Untuk menghindari kekosongan hukum, Mahkamah menyatakan berlaku kembali UU Perkoperasian 1992. ”Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian berlaku untuk sementara waktu sampai dengan terbentuknya UU yang baru,” kata Ketua Majelis Hakim Hamdan Zoelva saat membacakan putusan bernomor 28/PUU-XI/2013 di ruang sidang MK, Rabu (28/5).


Kamis, 12 Juni 2014

Tulisan Kewarganegaraan

Pengertian Negara dan Warga Negara
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu atau teritorial tempat negara itu berada. Hal lain yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.     
      
Warga negara adalah rakyat yang menetap disuatu wilayah dan rakyat tertentu dalam hubungannya dengan negara.Dalam hubungan antara warganegara dan negara,warganegara mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap Negara dan sebaliknya warganegara jugamempunyai hak yang harus diberikan dan dilindungi oleh negara.

Berdasarkan pada pasal berdasar UUD pasal 26 dinyatakan sebagai warga negara adalah sebagai berikut:

1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
2. Seseorang dapat menjadi kewarganegaraan negara Indonesia karena faktor-faktor sebagai berikut :
  • ·         Karena kelahiran.
  • ·         Karena pengangkatan.
  • ·         Karena dikabulkannya permohonan.
  • ·         Karena pewarganegaraan.
  • ·         Karena perkawinan.
  • ·         Karena turut ayah dan atau ibu


 Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang undangan dan atau berdasarkan perjanjian pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU ini berlaku sudah menjadi warga negara Indonesia.

 Adapun bukti menjadi warga negara adalah sebagai berikut :

·         Akta kelahiran
·         Surat bukti kewarganegaraan (kutipan pernyataan sah buku catatan pengangkatan anak asing)
·         Surat bukti kewarganegaraan (petikan keputusan Presiden) karena permohonan atau pewarganegaraan.
·         Surat bukti kewarganegaraan (surat edaran menteri kehakiman...) karena pernyataan

 Pewarganegaraan.
Pengambilan keputusan dalam proses pembentukan Undang-Undang haruslah dilakukan secara demokratis, yakni menghormati hak tiap orang untuk terlibat dalam pembuatan keputusan yang akan mengikat mereka itu baik secara langsung atau tidak langsung. Seperti juga dalam organisasi biasa, akan ada orang yang mengurusi kepentingan rakyat banyak. Dalam suatu negara modern, orang-orang yang mengurusi kehidupan rakyat banyak ini dipilih secara demokratis juga.
Pengertian Negara menurut para ahli

Georg Jellinek
Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.

Georg Wilhelm Friedrich Hegel
Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal

Roelof Krannenburg
Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.

Roger H. Soltau
Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.

Prof. R. Djokosoetono
Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.

Prof. Mr. Soenarko
Negara ialah organisasi manyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan.

 Aristoteles
Negara adalah perpaduan beberapa keluarga mencakupi beberapa desa, hingga pada akhirnya dapat berdiri sendiri sepenuhnya, dengan tujuan kesenangan dan kehormatan bersama.

Asas dan Unsur Kewarganegaraan 
a. Azaz kewarganegaraan
   Ada dua macam sisi azaz kewarganegaraan yaitu :
1. Dari sisi kelahiran : ius soli dan ius sanguinis
- Ius soli : pedoman kewarganegaraan yang berdasarkan tempat atau daerah kelahiran
- Ius sanguinis : berdasarkan darah atau keturunan
2. Dari sisi perkawinan : asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat serta paradigma keluarga sebagai inti masyarakat yang tidak terpecah dan paradigma kesamaan kedudukan suami-isteri
b. Unsur Kewarganegaraan
Unsur yang menentukan kewarganegaraan :
1. Unsur darah keturunan (Ius Sanguinis).
2. Unsur daerah tempat kelahiran (Ius Soli).
2.3 Kewarganegaraan Republik Indonesia

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda Penduduk, berdasarkan Kabupaten atau (khusus DKI Jakarta) Provinsi, tempat ia terdaftar sebagai penduduk/warga. Kepada orang ini akan diberikan nomor identitas yang unik (Nomor Induk Kependudukan, NIK) apabila ia telah berusia 17 tahun dan mencatatkan diri di kantor pemerintahan.
Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah

1. setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI
2. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI
3. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya
4. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut
5. anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI
6. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI
7. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin
8. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
9. anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah megara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui
10. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya
11. anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan
12. anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia. 
Dari UU ini terlihat bahwa secara prinsip Republik Indonesia menganut asas kewarganegaraan jus sanguinis ditambah dengan jus soli terbatas (lihat poin 8-10) dan kewarganegaraan ganda terbatas (poin 11).

Penduduk
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua yaitu antara lain:
  • ·         Orang yang tinggal atau menetap di daerah tersebut
  • ·         Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.


 Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.

Dalam sosiologi penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demongrafi Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan sangat erat dengan unit-unit ekonmi, seperti pengecer hingga pelanggan potensial.

Bangsa
Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas atau jati diri bersama, dan mempunyai kesamaan dalam bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah. Mereka semua umumnya dianggap memiliki asal-usul atau keturunan yang sama. Konsep bahwasannya semua manusia dibagi menjadi beberapa kelompok-kelompok bangsa ini merupakan salah satu doktrin paling berpengaruh dalam sejarah. Doktrin ini merupakan doktrin etika dan filsafat, dan merupakan suatu awal dari ideology nasionalisme dari bangsa tersebut.



Hak Asasi Manusia dalam Ketahanan Nasional Indonesia


 Makin kaburnya batas-batas negara (borderless) dan semakin menyatunya dunia, menjadikan saling ketergantungan antarnegara. Keadaan inilah yang disebut denganglobalisasi. Globalisasi menjadikan masa depan dipenuhi dengan ketidakpastian sehingga membuat masa depan sulit diprediksi. Tren utama globalisasi dan aspek srtategis lainnya yang berlangsung pada awal abad 21 masih berkisar pada demokrasi, individualisme, HAM, lingkungan hidup, revolusi bidang informasi, liberalisasi perdagangan dan pergeseran perimbangan kekuatan dunia. Di satu sisi, lingkungan strategis tersebut membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia, sehingga menjadikannya sebagai peluang. Sedangkan di sisi lain, ada pula dampak negatifnya, sehingga menjadikannya sebuah tantangan bagi pemerintah. Tiap negara, termasuk Indonesia, harus memiliki ketahanan dalam menghadapi setiap perubahan. Karena suatu bangsa yang memiliki tingkat ketahanan nasional yang tinggi makin tinggi pula nilai kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan negara Indonesia.

Berkembangnya zaman menyebabkan masalah mengenai Hak Asasi Manusia semakin kompleks. Karena itulah sangat penting untuk mengetahui lebih jelas lagi mengenai Hak Asasi Manusia demi meningkatkan wawasan nusantara kita.

Hak asasi manusia dalam pengertian umum adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia sebagai anugerah tuhan yang dibawa sejak lahir. Ini berarti bahwa sebagai anugerah dari Tuhan kepada makhluknya, hak asasi tidak dapat dipisahkan dari eksistensi pribadi manusia itu sendiri. Hak asasi tidak dapat dicabut oleh suatu kekuasaan atau oleh sebab-sebab lainnya, karena jika hal itu terjadi manusia kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan.

Sementara menurut Pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Hasil amandemen UUD 1945 memberikan suatu titik terang bahwa Indonesia semakin memperhatikan dan menjunjung nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) yang selama ini kurang diperhatikan oleh pemerintah. Amandemen kedua bahkan telah menghasilkan satu bab khusus mengenai Hak Asasi Manusia yaitu pada Bab XA. Walau demikian, bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar hak asasi orang lain. Memperjuangkan hak sendiri sampai-sampai mengabaikan hak orang lain, ini merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain.

Kebebasan Berpendapat
Dalam konteks suatu negara, rakyat menduduki posisi penting. Posisi ini setidak-tidaknya didasarkan pada asumsi bahwa tanpa rakyat suatu negara tidak dapat menjamin kelangsungan hidupnya secara damai dan dinamis. Jika suatu negara ingin menjamin kelangsungan hidupnya secara damai dan dinamis, negara tersebut harus membuat rakyatnya betah tinggal di dalamnya. Sebagai konsekuensinya, rakyat diberikan ruang publik yang memadai agar mampu mengekspresikan dirinya.

Dalam Pasal 28I Ayat (2) UUD 1945 diterangkan mengenai kebebasan dalam mengemukakan pikiran, yaitu:
“Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun”.

Bebas menyampaikan pendapat di muka umum juga merupakan salah satu Hak Asasi Manusia yang dijamin dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, yaitu:

“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”

Pada rezim Soeharto, ruang publik rakyat untuk turut serta mempengaruhi kebijakanpolitik sangat dibatasi. Rakyat menginginkan ruang politik yang lebih luas lagi bagi dirinya karena mereka sadar bahwa dirinya merupakan sumber eksistensi negaranya. Namun, itu tidak mereka dapatkan pada saat Soeharto memerintah. Kebebasan rakyat dalam berpendapat sangat dikekang. Hal ini tentu saja merupakan pelanggaran HAM dan tidak sesuai dengan isi UUD 1945 Bab XA yang membahas mengenai Hak Asasi Manusia.

Sejak reformasi bergulir, yaitu tahun 1998, perilaku politik berubah total tatkala Soeharto mengundurkan diri dari jabatan presiden, 21 Mei 1998. pers nasionalseolah-olah bangkit dari keterpurukannya dan pintu kebebasan pers pun seakan terbuka lebar. Ini ditandai dengan diberlakukannya UU No. 40 Tahun 1999. Kreatifitas yang pada rezim Orde Baru begitu dikekang, kini bisa dengan bebas mewarnai dunia pers Indonesia. Selain itu, sistem sosial politik berubah. Rakyat yang sebelumnya sangat terbelenggu, menjadi bebas bahkan terkesan liar. Ibarat kuda lepas dari kandangnya. Tingkat partisipasi rakyat mencapai titik kulminasi tertinggi pada era ini. Orang-orang bebas mengemukakan pendapatnya di muka umum dengan mengatasnamakan demokrasi dan Hak Asasi Manusia.

Hal ini juga dipengaruhi oleh sistem komunikasi yang pada era ini merupakan sistem komunikasi terbuka sehingga sesuai harapan ideal masyarakat. Setelah ini, justru ibarat “kuda lepas dari kandang”. Media massa harus diberikan ruang bebas yang cukup agar bisa mengalokasikan kepentingan masyarakat dan pemerintah secara baik. Namun apakah sesuai dengan sistem komunikasi yang dianut Indonesia, yaitu sistem komunikasi bebas bertanggung jawab dan sesuai dengan hak-hak asasi manusia? Jawabannya jelas tidak.

Setiap orang berhak mengemukakan pendapatnya, karena negara kita merupakan negara yang demokratis dan karena itu merupakan hak setiap manusia yang telah diatur dalam UUD 1945 maupun dalam Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia yang telah disetujui dan diumumkan oleh Resolusi Majelis Umum PBB tanggal 10 Desember 1948. Namun pada praktiknya tetap harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah disampaikan. Harus disesuaikan dengan batasan-batasan yang telah diberikan negara Indonesia baik menurut Pancasila, UUD 1945, UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM maupun UU Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999. Semuanya harus sinkron.

Pada nyatanya, kini proses penegakan HAM di Indonesia masih dihadapi oleh berbagai kendala. Namun, proses demokratisasi yang terjadi setelah tumbangnya kekuasaan Orde Baru telah memberi harapan yang besar bagi kita agar pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia dapat ditegakkan. Beberapa kejadian pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia menunjukkan perlunya pemahaman Hak Asasi Manusia tidak sebatas karena hak itu dimiliki oleh semua manusia, namun juga pelayanan terhadap hak itu perlu dilakukan oleh semua manusia. Kita dapat mencermati bahwa dalam lingkungan sosial kita terdapat beberapa hambatan yang bersifat structural. Walau demikian hambatan tersebut sepatutnya tidak membuat semangat kita untuk menegakkan hak asasi manusia menjadi surut.

Dari faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam penegakkan hak asasi manusia tersebut, mari kita upayakan sedikit demi sedikit untuk dikurangi (eliminasi), demi terwujudnya hak asasi manusia yang baik, mulailah dari diri kita sendiri untuk belajar menghormati hak-hak orang lain. Kita harus terus berupaya untuk menyuarakan tetap tegaknya hak asasi manusia, agar harkat dan martabat yang ada pada setiap manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa tetap terpelihara dalam sebaik-baiknya.


Pengertian Politik dan Strategi Nasional

Perkataan politik berasal dari bahasa Yunani, yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/berdiri sendiri (negara), sedangkan taia berarti urusan. Dari segi kepentingan penggunaan, kata politik mempunyai arti yang berbeda-beda. Untuk lebih memberikan pengertian arti politik disampaikan beberapa arti politik dari segi kepentingan penggunaan, yaitu:

Dalam arti kepentingan umum (politics)
Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di Pusat maupun di Daerah, lazim disebut Politik (Politics) yang artinya adalah suatu rangkaian azas/prinsip keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.

Dalam arti kebijaksanaan (Policy)
Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita kehendaki. Dalam arti kebijaksanaan, titik beratnya adalah adanya :

proses pertimbangan
menjamin terlaksananya suatu usaha
pencapaian cita-cita/keinginan
Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara. Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan :

Negara
Adalah suatu organisasi dalam satu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. Dapat dikatakan negara merupakan bentuk masyarakat dan organisasi politik yang paling utama dalam suatu wilayah yang berdaulat.

Kekuasaan
Adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. Yang perlu diperhatikan dalam kekuasaan adalah bagaimana cara memperoleh kekuasaan, bagaimana cara mempertahankan kekuasaan, dan bagaimana kekuasaan itu dijalankan.

Pengambilan keputusan
Politik adalah pengambilan keputusan melaui sarana umum, keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara. Yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan politik adalah siapa pengambil keputusan itu dan untuk siapa keputusan itu dibuat.

Kebijakan umum
Adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu.

Distribusi
Adalah pembagian dan pengalokasian nilai-nilai (values) dalam masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting, nilai harus dibagi secara adil. Politik membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat.

Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya the art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan.

Karl von Clausewitz berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan memenangkan kelanjutan dari politik.Dalam abad modern dan globalisasi, penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan, tetapi sudah digunakan secara luas termasuk dalam ilmu ekonomi maupun olah raga. Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencaipan suatu tujuan.

Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional.Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Strategi nasional disusun untuk melaksanakan politik nasional, misalnya strategi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.